Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

Aku sang peri

kamu tahu kenapa tuhan menciptakan aku sebagai peri dan kamu sebagai pangeran ?
tak tahu ? ugh, baiklah... akan aku beri tahu
dengarkan ya...

tuhan menciptakan aku sebagai peri, karena tuhan ingin aku menjaga kamu.
menemanimu mencari sang putri.
dan tuhan melarangku jatuh cinta padamu.
tapi jika akhirnya aku melanggar, maka tuhan akan menghukumku.


itulah sebabnya sekarang aku pergi
aku sedang dihukum
tapi kamu tenang saja
sekalipun aku tak bersamamu lagi
aku akan tetap menjagamu

dari jauh..
dengan untaian do'a dan cinta...


Aku dan cokelat

aku dan cokelat.
katamu tak akan bisa dipisahkan
seperti kita, benar kan?
 

Boleh ?

boleh aku mengatakan sesuatu padamu ?
sebentar saja...
aku janji, aku tak akan menyita waktumu.
boleh kan ?

aku hanya ingin berbisik ditelingamu...
a-k-u s-a-y-a-n-g-k-a-m-u

sudah, hanya itu...

Aku dan bintang

Jika sampai detik ini aku masih sering melakukan kebiasaanku melihat bintang
jangan kau pikir hati ini tak berdenyut perih
bukannya aku ingin terus mengenang atau mengingatmu
aku hanya ingin, sebentar saja merasaka sensasi itu lagi
sensasi perasaan antara senang dan gugup
saat kamu menemaniku melihat bintang

Jogja

Jogja...
Malioboro...
Alun-alun...
Nasi kucing...
Wedang Ronde...

semuanya.. mengingatkan akan dirimu, kamu...

aku merindukan jogja

seperti aku merindukan kamu











cintaku sederhana

aku ingin mencitaimu dengan sederhana
tanpa berharap, tanpa meminta, apalagi memksa
karena cintaku sederhana

Selasa, 24 Januari 2012

Namaku cinta

Namaku Cinta

Cinta yang tak pernah merasakan Cinta

jangankan merasakan, memiliki-pun tidak

Namaku Cinta

Cinta yang tak pernah mengerti makna Cinta

Jadi pantaskah aku bernama Cinta ?

katanya


Katanya, stasiun adalah tempat datang dan perginya banyak orang
Katanya, stasiun hanyalah sekedar tempat persinggahan
Katanya, stasiun adalah tempat dimana banyak orang menunggu kereta yang akan membawa mereka pergi
                               
Namun kataku, stasiun adalah tempat dimana aku harus menunggu, bukan menunggu kereta. Tapi menuggu K a m u

rindu kamu


Aku Rindu kamu…
Ya… Rindu
Tentu kamu tau ‘Rindu’ kan ?
Kalaupun kamu tak tau
Tak apa
Yang penting kamu tau
Aku R I N D U kamu

candu


Aku menyukai coklat seperti aku menyukai kopi. Dan juga seperti aku menyukai kamu
Cokelat dan kopi selalu dapat menimbulkan candu pada diriku.
Begitu juga kamu, menimbulkan candu pada diriku.
Namun canduku padamu berbeda dengan canduku pada cokelat ataupun kopi.
Canduku padamu lebih kuat, canduku padamu dapat menghilangkan setengah kesadaranku
Aku mencanduimu…

bisikanmu

kamu berbisik, aku sayang kamu..
hatiku bergetar
kamu berbisik, aku mencintaimu
pipiku memerah
kamu berbisik, aku ingin selalu bersamamu
aku gugup
lalu...
kamu berbisik, maaf aku sudah tak cinta lagi
aku pingsan


kopi dan susu

pekat seperti kopi, tegas.
itulah kamu.
sedangkan katamu aku terlalu manis, manis seperti susu

jadi kamu minta kita bersama, agar menghasilkan rasa yang indah.
seperti rasa kopi susu yang kamu minum tiap pagi

Senin, 23 Januari 2012

Untuk Guruku

puisi ini aku persembahkan untuk semua guruku, yg telah membimbing dan membantu aku dalam melewati setiap waktu yg aku punya....


Allah menciptakan Matahari untuk menghangatkan
begitupun engkau,
selalu menghangatkan kami dengan ketulusan dan kasih sayangmu dalam mendidik kami

Allah menciptakan Bulan untuk menerangi malam
begitupun engkau,
selalu menerangi jalan kami menuju kesuksesan

Allah menciptakan Udara untuk memberi kesejukan
begitupun engkau,
selalu menyejukan hati kami dengan semua nasehat-nasehatmu

Allah menciptakan Air untuk kehidupan
begitupun engkau,
memberi kami kehidupan dengan ilmu yg kau punya


aku tak pandai merangkai kata
mungkin hanya serangkainya kata terima kasih yg dapat aku haturkan

terima kasih atas setiap detik, menit, jam dan hari yg selalu kau curahkan untuk kami

a[k]u


air mataku, luruh jatuh bersama hujan...
mungkin inilah salah satu alasanku sangat menyukai hujan. Saat hujan turun aku bisa menangis sepuasnya tanpa harus takut terlihat oleh orang lain... dan aku selalu meyakini, hujan dapat melunturkan lukaku walau pda kenyataanya saat hujan datang luka itu justru bertambah perih...

Kecewa ? Mungkin... entah sejak kapan aku tak bisa lagi merasakan kecewa, sebegitu seringnya kah aku kecewa. Hingga akhirnya hati ini memiliki kekebalan pada yg namanya 'kecewa'
atau memang aku yg terlalu naif untuk mengakui bahwa sebenarnya aku kecewa dg semua ini.

Kamu, kalian dan mereka tak akan pernah tau. Dan mungkin tak akan pernah mengerti, atau kamu, kalian dan mereka memang tak pernah mau tau. Ironis...

atau memang, karena aku adalah gemini sang pendusta perasaan. Gemini yg tersenyum disaat siang, dan menangis dimalam hari.
Gemini yg katanya terlalu pandai menutupi perasaanya.

Suatu saat nanti, saat kekecewaanku sudah mencapai puncaknya. Masih mampukah aku tersenyum ? Masih mampukah aku menutupi perasaanku ?

untukmu

ya allah ... mengapa aku dan dia dipertemukan jika kita tidak di izinkan untuk bersama ...
apa aku salah jika aku memiliki rasa ini ???
apa aku salah jika aku menyayanginya ???

ada yang bilang cinta itu butuh perjuangan ...
dan aku telah berjuang untuk itu ..
untuk dapat memilikinya ...
tapi mengapa aku tetap tak bisa bersamanya ???

apa hanya karena perbedaan itu aku dan dia tidak dapat bersama ???
aku tak pernah bisa merubah rasa sayangku untuknya ..
rasa ini akan tetap seperti ini dan slalu begini tak akan berubah ...

haruskah aku melepasnya ???
melepas seseorang yang mampu membuatku merasa nyaman,mampu membuatku bisa tertawa lepas,mampu membuatku slalu tersenyum saat aku bangun di pagi hari,mampu membuatku slalu dapat menghadirkannya dalam setiap mimpiku.

jujur aku tak sanggup untuk melepasnya
aku ingin dia ada disini
aku ingin bersamanya
aku ingin merasakan belaian itu lagi
aku ingin slalu dapat melihat senyumnya
aku ingin melihatnya slalu tertawa
aku ingin slalu merasakan genggaman hangat tangannya

andai aku bisa aku ingin datang padanya
memeluknya dan berkata "aku mohon jangan pergi,aku masih ingin bersamamu"

tapi itu tak bisa aku lakukan.
dan mungkin tak akan pernah bisa.

aku hanya seorang wanita yang slalu di kuasai perasaan
aku hanya seorang wanita yang akan rela sakit demi kebahagiaanya

mau tak mau aku harus tetap memilih ..
walau itu sulit,sangat sulit.
tuhan bila aku boleh meminta aku ingin diberi waktu untuk dapat bersamanya.

aku ingin slalu diberi kesabaran untuk dapat menunggunya
aku ingin diberi kesetiaan untuk dapat menjaga rasa itu


hanya satu yang ingin aku katakan padanya
AKU SAYANG KAMU

wanita itu..


Wanita itu…
 wanita biasa, wanita sederhana
bukan seorang sarjana
hanya wanita biasa
namun dia adalah sosok yang luar biasa
wanita terkuat, wanita terhebat
wanita yang multitalented
dari tangannya selalu tercipta masakan-masakan yang lezat
dari tangannya selau tercipta pakaian-pakaianya yang cantik
dan dari tangannya pula, barang yg sudah rusak bisa berguna kembali.
Bukan, dia bukan seorang koki ataupun disainer. Dia hanya wanita biasa yang luar biasa
Wanita itu…
Lembut namun tegas
Lembut namun kuat
Wanita itu…
Mengajarkan aku untuk kuat
Mengajarkan aku aku untuk tegar
Mengajarkan aku tentang kesabaran dan keikhlasan
Tak banyak yg aku tau tentangnya
Aah, maafkan aku…
Bahkan sampai detik ini-pun aku belum bisa membuatnya bangga
Egoisnya aku…
Aku selalu meminta padanya tapi aku sendiri tak bisa memberi padanya
Aku selalu mengeluh tentangnya tapi dia tak pernah sedikitpun mengeluh tentangku
Sekali lagi, maafkan aku…
 Ibu…